Diriwayakan oleh imam Attirmidi, Baiklah para hadirin yang saya hormati jagalah agama kita jangan sekali kali menista agama, terutama jangan kalian meninggalkan sholat karena di hari ahir nanti yang pertama di pertanggung jwabkan adalah sholat. Jadi kesimpulannya sholat adalah tiang agama, dan sholat juga yang dapat menjadikan agama berdiri
WaliKota Bandung, Oded M. Danial saat menjadi khotib salat Jumat khotbah di Masjid Imaduddin, Jalan Sabang Kecamatan Bandung Wetan, Jumat 12 Maret 2021. "Asholatu imanuddin, solat itu tiangnya agama," imbuh Oded. Lengkap dengan Tulisan Arab dan Terjemahan. 8.
TranslatePDF. Ringkasan Kitab Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzab Jilid 1-25 Pembimbing : Usth. Al-'Aina' Al-Mardhiyyah Oleh : Mahasantri Semester III AL-MA'HAD AL-'ALY LID DIRASAH AL-ISLAMIYYAH HIDAYATURRAHMAN SRAGEN 2016 f Pembagian Tugas Ringkasan Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab Jilid 1-25 1. Juz 1 Atika, Zulfa, Nurul Kh 2.
Selaintergolong dalam nama bayi islami dari asal bahasa Arab, unik nya kata ini ada pada arti dan maksud nama Imaduddin yang memiliki makna Tiang agama. Kita pun dapat maknai arti: Tiang agama sebagai doa agar calon bayi laki laki kita Menjadi anak lelaki yang taat agama, soleh, beriman, dan bijaksana.
JihadIslam tidak dengan meneror. Selasa, 11 Agustus 2009, 17:48 WIB VIVAnews - Pimpinan Majelis Talim Nurul Mustofa, Habib Hasan bin Jafar Assegaf, mengimbau kepada semua pihak agar tidak mengidentikkan kegiatan terorisme dengan agama Islam. Menurut Habib Hasan, walaupun para pelaku teror kerap mendasarkan perbuatan mereka dengan naskah-naskah yang bersumber pada Alquran dan hadis, bukan
Langsungsaja berikut di bawah ini adalah kumpulan daftar hadist shahih mengenai sholat yang lengkap, dirangkum dari berbagai sumber, bacaan ditulis dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahan Indonesia yang benar. 1. Hadist Pertama
Xuwhb. Jakarta - Hadits sholat tiang agama bisa menjadi pengingat kita agar selalu senantiasa menjalankan sholat lima waktu, apapun keadaan kita. Allah SWT memerintahkan umatnya untuk menjalankan sholat fardhu dalam Al-Qur'an yang menghubungkan seseorang dengan Allah untuk sholat juga tercantum dalam surat Al-Isra ayat 78أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا Artinya "Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan dirikanlah pula shalat subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan oleh malaikat."Sholat adalah tiang agama, sehingga jika kita tidak melaksanakannya maka akan roboh. Dari Mu'adz bin Jabal, Nabi SAW bersabdaرَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُArtinya "Inti segala perkara adalah Islam dan tiangnya yang merupakan sholat." HR. Tirmidzi no. 2616 dan Ibnu Majah no. 3973.Ada juga hadits yang menegaskan bahwa sholat menjadi pembeda antara seorang muslim dengan orang kafir. "Perjanjian antara kami dengan orang kafir adalah sholat. Barangsiapa yang meninggalkan sholat maka ia telah kafir." HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah.Selain hadits, perintah sholat fardhu juga dituangkan dalam Surat Hud ayat 114وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَىِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ ٱلَّيْلِ ۚ إِنَّ ٱلْحَسَنَٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَArtinya "Dan dirikanlah sholat itu pada kedua tepi siang pagi dan petang dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan dosa perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat." QS Hud 114.Sholat juga memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah mencegah perbuatan keji dan mungkar. Berdasarkan ayat tentang sholat dalam Quran Surat Al-Ankabuut ayat 45, Allah SWT berfirmanاُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَArtinya bacalah Kitab Al-Qur'an yang telah diwahyukan kepadamu Muhammad dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan ketahuilah mengingat Allah sholat itu lebih besar keutamaannya dari ibadah yang lain. Allah mengetahui apa yang kamu tentang sholat tiang agama ini tentu sangat memberikan kita pelajaran betapa pentingnya melaksanakan sholat lima waktu. lus/erd
“asholatu Imadudin” الصلاة عماد الدين Oleh Wafa Umniati binti Dedi Supriatna asholatu imadudin- Pertama-tama, mari kita panjatkan puja-puji syukur kita atas hadirat Allah SWT yang telah memberikan .nikmat bukan hanya satu, tetapi beribu-ribu nikmat yaitu nikmat sehat, nikmat islam, ihsan, dan saya tidak bisa menyebutkannya satu persatu yang telah mengumpulkan kita di tempat yang mulia ini. Amiiin… Shalawat serta salam tidak lupa kita curahkan kepada nabi kita Muhammad SAW yang telah membawa ummatnya dari zaman jahiliyah ke zaman yang terang-benderang ini. Semoga kita diberi syafa’at di yaumil akhir. Amin ya rabbal alamin. Asholatu washolamu ala asyrafil anbiyaa-i wal mursalin wa ala alihi washohbihi ajma’in amma ba’du Yang saya hormati guru kita Ms. Komala, dan yang saya hormati teman-teman tercinta yang insya Allah dirahmati oleh Allah. Saya berdiri di sini akan berpidato tentang Pentingnya Sholat’. Kayaknya belum pada semangat, deh.. Masih inget gak yel-yel wafa…?? Ada juga lho hadits tentang sholat. Mau dengerin gak? Mau apa mau? Oke! “Asholatu imadudin” yang artinya, sholat adalah tiang agama. Teman-teman tau gaak, amal apa yang pertama dihisab? Dan ketika Rasul berisra’ mi’raj membahas tentang apa…? Dan sebelum Rasul berbincang kepada Allah, sholat didirikan 50 kali dalam semalam.. Rasul kasihan terhadap ummatnya. Akhirnya Rasul tahu keadaan umatnya.. Kawan-kawan, berapa jumlah shalat dalam satu hari satu malam? Berapa jumlah raka’at seluruhnya..? Lanjut apa lanjut??? Oke kita lanjut… Lantas, sudahkan kita para remaja mendirikan sholat lima waktu dalam satu hari satu malam? Apa sih sholat? Mengapa kita harus sholat? Buat apa sholat, penting gak sih? Mungkin pertanyaan-pertanyaan ini sempat menari-nari di pikiran kita. Ternyata, sholat menurut bahasa arab artinya do’a. Menurut istilah syara’, sholat ialah ibadah yang sudah dikenal, yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam. Yang dikerjakan untuk membuktikan pengabdian dan kerendahan diri kepada Allah SWT. Mendirikan sholat ialah menunaikannya dengan teratur, dengan melengkapi syarat-syaratnya, rukun-rukunnya, dan adab-adabnya-baik yang lahir ataupun yang batin, seperti khusu’, memperhatikan apa yang kit abaca, memperhatikan apa yang kita kenakan, dll. Sekarang, mengapa kita harus mendirikan sholat? Sholat itu wajib bagi kaum muslim yang memenuhi syarat, teman. Bagaimana dengan kita? Islam, pasti. Baligh, sudah. Sehat, iya. Mampu, kan? Lantas, apalagi yang bisa menjadi alasan kita untuk tidak sholat? Semakin lama, usia kita semakin terkikis. Jangan sia-siakan itu, teman. *Teman-teman.. Semangat, semangat. Alhamdulillah* Sebagian dari kita mungkin sampai detik ini masih ada yang berfikir, buat apa sholat, penting gak sih? O… jelas penting sekali. Di dalam Al-Qur’an diceritakan Penghuni Syurga bertanya kepada penghuni Neraka, “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqor neraka?” Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sholat.” Betapa tidak? Sungguh kita sama sekali tidak menginginkan tinggal di Neraka, bukan? Bahkan mampirpun kita tak ingin. *Teman-teman.. Semangat, semangat. Alhamdulillah* Buat apa mengunggu tua kalau mudapun bisa. Buat apa mengingat wajah jelek kalau sholat itu akan mempercantik kita di mata Allah. Buat apa mengharap kaya kalau sholat tak membutuhkan biaya. Buat apa menunggu cerdas terlebih dahulu kalau toh kita masih bisa belajar mulai dari sekarang. “Asholatu imadudin” Teman-teman yang semoga dirahmati Allah… Izinkan saya menyanyikan sebuah lirik lagu sebagai penutup perjumpaan kita hari ini. Hidup bagaikan sebatang pohon Lebat bunganya serta buahnya Walaupun hidup seribu tahun, kalau tak sembahyang Apa gunanya Kami bekerja sehari-hari Dengan mengharap rizki illahi Walaupun hidup seribu tahun, kalau tak sembahyang Apa gunanya Kami lakukan sembahyang fardhu Tak lupa juga sembahyang sunnah Supaya Allah menjadi sayang, kami bekerja Hatilah riang Wajib sembahyang bagi muslimin Lima waktu yang tlah ditentukan Janganlah jangan kita tinggalkan Karena itu perintah Tuhan Di dalam kita sendiri Tiada lagi yang menemani Bila tak taat pada illahi, niscaya siksa Menimpa diri Asholatu imadudin
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID AAPdz1OLZuHHcxvyd7LrI72ItSefNFARcaRCVML30gaMu5jKrbsfyQ==
PALEMBANG - Lirik Sholawat Assholatu Alan-Nabi Lengkap Arab, Latin dan Artinya untuk Maulid Nabi 1443 Hijriah. Maulid Nabi Tahun 1443 Hijriah jatuh pada tanggal 19 Oktober 2021. Salah satu sholawat yang populer dan sering dibaca pada momen ini adalah sholawat Assholatu Alan-Nabi. Berikut bacaan Sholawat Assholatu Alan-Nabi Lengkap Arab, Latin dan Artinya Sholawat Assholatu Alan-Nabi ﺍﻟﺼﻠﻮﺓ ﻋﻠﯽ ﺍﻟﻨﺒﯽ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﯽ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ Assholaatu alannabii wassalaamu alaar-rosuulSholawat atas Nabi Junjungan dan Salam atas Rasul Sanjungan ﺍﻟﺸﻔﻴﻊ ﺍﻷﺑﻄﺤﯽ ﻭﻣﺤﻤﺪ ﻋﺮﺑﯽ Assyafii’il abthohii wa Muhammad arobiiNabi yang pemberi Syafaat arenanya luas di padang pasir, Muhamad yang berbangsa Arab. ﺧﻴﺮ ﻣﻦ ﻭﻃﺊ ﺍﻟﺜﺮﯼ ﺍﻟﻤﺸﻔﻊ ﻓﯽ ﺍﻟﻮﺭﯼ Khoiru man wathi-ats-tsaroo almusyaffa’u fiil warooDialah sebaik-baik orang yang memijak bumi, sebaik-baik pemberi syafaat bagi manusia seluruhnya, ﻣﻦ ﺑﻪ ﺣﻠﺖ ﻋﺮﯼ ﮐﻞ ﻋﺒﺪ ﻣﺬﻧﺐ Man bihii hullat uroo kulli abdin mudznibidengan berkatnya terhias semua keaiban dari orang yang berdosa. ﻣﺎﻟﻪ ﻣﻦ ﻣﺸﺒﻪ ﻓﺎﺯ ﺃﻣﺘﻪ ﺑﻪ
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ اِنَّ اَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ اْلعَبْدُ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ الصَّلاَةُ اْلمَكْتُوْبَةُ فَاِنْ اَتَمَّهَا وَ اِلاَّ قِيْلَ. اُنْظُرُوْا، هَلْ لَهُ مِنْ تَطَوُّعٍ؟ فَاِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ اُكْمِلَتِ اْلفَرِيْضَةُ مِنْ تَطَوُّعِهِ، ثُمَّ يُفْعَلُ بِسَائِرِ اْلاَعْمَالِ اْلمَفْرُوْضَةِ مِثْلُ ذلِكَ. الخمسة، فى نيل الاوطار 1 345 Dari Abu Hurairah, ia berkata Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya pertama-tama perbuatan manusia yang dihisab pada hari qiyamat, adalah shalat wajib. Maka apabila ia telah menyempurnakannya maka selesailah persoalannya. Tetapi apabila tidak sempurna shalatnya, dikatakan kepada malaikat, “Lihatlah dulu, apakah ia pernah mengerjakan shalat sunnah ! Jika ia mengerjakan shalat sunnah, maka kekurangan dalam shalat wajib disempurnakan dengan shalat sunnahnya”. Kemudian semua amal-amal yang wajib diperlakukan seperti itu”. [HR. Khamsah, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 345]مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّة “Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain yaitu shalat shubuh dan ashar maka dia akan masuk surga.” HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635 Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ “Pembatas antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” HR. Muslim no. 257 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ “Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” HR. Muslim no. 163 Buraidah bin Al Hushoib Al Aslamiy berkata,”Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Rasulullah SAW bersabda, الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ “Perjanjian antara kami dan mereka orang kafir adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” HR. Ahmad, Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا “Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651 Dari Tsauban radhiyallahu anhu -bekas budak Nabi shallallahu alaihi wa sallam-, beliau mendengar Rasulullahshallallahu alaihi wa sallam bersabda, بَيْنَ العَبْدِ وَبَيْنَ الكُفْرِ وَالإِيْمَانِ الصَّلَاةُ فَإِذَا تَرَكَهَا فَقَدْ أَشْرَكَ “Pemisah Antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat. Apabila dia meninggalkannya, maka dia melakukan kesyirikan.” HR. Ath Thobariy dengan sanad shohih. Rasul SAW bersabda, عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدّهِ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص. مُرُوْا صِبْيَانَكُم بِالصَّلاَةِ لِسَبْعِ سِنِيْنَ وَ اضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا لِعَشْرِ سِنِيْنَ وَ فَرّقُوْا بَيْنَهُمْ فِى اْلمَضَاجِعِ. احمد و ابو داود، فى نيل الاوطار 1 348 Dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari datuknya, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, “Suruhlah anak-anak kecilmu melakukan shalat pada usia tujuh tahun, dan pukullah mereka bila lalai atasnya pada usia sepuluh tahun, dan pisahkanlah mereka pada tempat-tempat tidur”. [HR. Ahmad dan Abu Dawud, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 348] Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, مَنْ تَرَكَ صَلاَةً مَكْتُوبَةً مُتَعَمِّداً فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُ ذِمَّةُ اللَّهِ “Barangsiapa meninggalkan shalat yang wajib dengan sengaja, maka janji Allah terlepas darinya. ” HR. Ahmad Rasulullah SAW bersabda,عَنْ اَنَسِ بْنَ مَالِكٍ رض قَالَ فُرِضَتْ عَلَى النَّبِيّ ص الصَّلَوَاتُ لَيْلَةَ اُسْرِيَ بِهِ خَمْسِيْنَ، ثُمَّ نُقِصَتْ حَتَّى جُعِلَتْ خَمْسًا. ثُمَّ نُوْدِيَ يَا مُحَمَّدُ اِنَّهُ لاَ يُبَدَّلُ اْلقَوْلُ لَدَيَّ وَ اِنَّ لَكَ بِهذِهِ اْلخَمْسِ خَمْسِيْنَ. احمد و النسائى و الترمذى و صححه، فى نيل الاوطار 1 334 Dari Anas bin Malik RA, ia berkata Diwajibkan shalat itu pada Nabi SAW pada malam Isra’, lima puluh kali. Kemudian dikurangi sehingga menjadi lima kali, kemudian Nabi dipanggil, “Ya Muhammad, sesungguhnya tidak diganti diubah ketetapan itu di sisi-Ku. Dan sesungguhnya lima kali itu sama dengan lima puluh kali”. [HR. Ahmad, Nasai dan Tirmidzi. Dan Tirmidzi menshahihkannya, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 334] Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ ”Inti pokok segala perkara adalah Islam dan tiangnya penopangnya adalah shalat.” HR. Tirmidzi no. 2825. Dalam dua kitab shohih, berbagai kitab sunan dan musnad, dari Abdullah bin ’Umar radhiyallahu ’anhuma. Beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ ”Islam dibangun atas lima perkara, yaitu 1 bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, 2 mendirikan shalat, 3 menunaikan zakat, 4 naik haji ke Baitullah bagi yang mampu, pen, 5 berpuasa di bulan Ramadhan.” Lafadz ini adalah lafadz Muslim no. 122 Nabi Bersabda, عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ اْلعَاصِ عَنِ النَّبِيّ ص اَنَّهُ ذَكَرَ الصَّلاَةَ يَوْمًا فَقَالَ مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوْرًا وَ بُرْهَانًا وَ نَجَاةً يَوْمَ اْلقِيَامَةِ. وَ مَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ تَكُنْ لَهُ نُوْرًا وَ لاَ بُرْهَانًا وَ لاَ نَجَاةً. وَ كَانَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ مَعَ قَارُوْنَ وَ فِرْعَوْنَ وَ هَامَانَ وَ اُبَيّ بْنِ خَلَفٍ. احمد، فى نيل الاوطار 1 343 Dari Abdullah bin Amr bin Al-’Ash, dari Nabi SAW bahwa beliau pada suatu hari menerangkan tentang shalat, lalu beliau bersabda, “Barangsiapa memeliharanya, maka shalat itu baginya sebagai cahaya, bukti dan penyelamat pada hari qiyamat. Dan barangsiapa tidak memeliharanya, maka shalat itu baginya tidak merupakan cahaya, tidak sebagai bukti, dan tidak pula sebagai penyelamat. Dan adalah dia pada hari qiyamat bersama-sama Qarun, Fir’aun, Haaman, dan Ubay bin Khalaf”. [HR. Ahmad, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 343] Dalam Shohih Muslim dari Ummu Salamah radhiyallahu anha berkata bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallambersabda, سَتَكُونُ أُمَرَاءُ فَتَعْرِفُونَ وَتُنْكِرُونَ فَمَنْ عَرَفَ بَرِئَ وَمَنْ أَنْكَرَ سَلِمَ وَلَكِنْ مَنْ رَضِىَ وَتَابَعَ “Suatu saat akan datang para pemimpin. Mereka melakukan amalan ma’ruf kebajikan dan kemungkaran kejelekan. Barangsiapa mengetahui bahwa itu adalah kemungkaran maka dia telah bebas. Barangsiapa mengingkarinya maka dia selamat. Sedangkan dosa dan hukuman adalah bagi siapa yang ridho dan mengikutinya.” Kemudian para shahabat berkata, “Apakah kami boleh memerangi mereka.” Rasulullahshallallahu alaihi wa sallam menjawab, لاَ مَا صَلَّوْا “Jangan selama mereka mengerjakan shalat.” HR. Muslim no. 4906. Lihat penjelasan hadits ini di Ad Dibaj ala Muslim, 4/462 dan Syarha An Nawawi ala Muslim, 6/327 Rasul SAW bersabda dalam hadistnya,عَنْ اَبِى سَعِيْدِ اْلخُدْرِيّ قَالَ بَعَثَ عَلِيٌّ وَ هُوَ بِاْليَمَنِ اِلَى النَّبِيّ ص بِذُهَيْبَةٍ فَقَسَّمَهَا بَيْنَ اَرْبَعَةٍ. فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِتَّقِ اللهَ. فَقَالَ وَيْلَكَ اَوَلَسْتُ اَحَقَّ اَهْلِ اْلاَرْضِ اَنْ يَتَّقِيَ اللهَ! ثُمَّ وَلَّى الرَّجُلُ. فَقَالَ خَالِدُ بْنُ اْلوَلِيْدِ يَا رَسُوْلَ اللهِ، اَلاَ اَضْرِبُ عُنُقَهُ؟ فَقَالَ لاَ، لَعَلَّهُ اَنْ يَكُوْنَ يُصَلّى. فَقَالَ خَالِدٌ وَ كَمْ مِنْ مُصَلّ يَقُوْلُ بِلِسَانِهِ مَا لَيْسَ فِى قَلْبِهِ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص اِنّى لَمْ اُوْمَرْ اَنْ اُنَقّبَ عَنْ قُلُوْبِ النَّاسِ وَ لاَ اَشُقَّ بُطُوْنَهُمْ. مختصر من حديث احمد و البخارى و مسلم، فى نيل الاوطار 1 338 Dari Abu Sa’id Al-Khudriy, ia berkata Ali yang waktu itu berada di Yaman, pernah mengirim sekeping emas pada Nabi SAW. Lalu Nabi SAW membagikannya kepada empat orang. Kemudian ada seorang laki-laki berkata, “Ya Rasulullah, takutlah kepada Allah karena menganggap Nabi SAW tidak adil dalam pembagian itu. Lalu Nabi SAW menjawab, “Celaka kamu, bukankah aku orang yang paling baik diantara penduduk bumi ini yang bertaqwa kepada Allah ?”. Kemudian laki-laki itu berpaling. Lalu Khalid bin Walid bertanya, “Ya Rasulullah, bolehkah aku penggal lehernya ?”. Nabi SAW menjawab, “Jangan, barangkali dia melakukan shalat”. Khalid berkata, “Berapa banyak orang yang shalat yang hanya menyatakan dengan lisannya saja, tetapi tidak demikian di dalam hatinya”. Lalu Rasulullah SAW menjawab, “Sesungguhnya aku tidak diperintahkan untuk menyelidiki hati-hati manusia, dan tidak pula untuk membelah perut-perut mereka”. [Diringkas dari suatu hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari dan Muslim, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 338] Hadist Tentang Sholat Lainnya “Shalat adalah sebaik-baik amalan yang ditetapkan Allah untuk hamba-Nya.” Abdullah ibnu Mas'ud Ra berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdol?" Beliau menjawab, "Shalat tepat pada waktunya." Aku bertanya lagi, "Lalu apa lagi?" Beliau menjawab, "Berbakti kepada kedua orang tua." Aku bertanya lagi, "Kemudian apa lagi, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Berjihad di jalan Allah." HR. Bukhari “Dari Abu Dzar bahwasanya Rasulullah saw. keluar dari rumahnya ketika musim dingin, waktu itu daun-daun berguguran. Rasulullah saw. mengambil ranting dari sebatang pohon, sehingga daun-daun di ranting itupun banyak berguguran. Kemudian Rasulullah saw. bersabda, Wahai Abu Dzar!’ Saya menyahut, Labbaik, ya Rasulullah.’ Lalu beliau bersabda, Sesungguhnya seorang hamba yang muslim, jika menunaikan shalat dengan ikhlas karena Allah, maka dosa-dosanya akan berguguran seperti gugurnya daun-daun ini daripohonnya.” Hr. Ahmad -At Targhib Shalat dua rakaat yakni shalat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya. HR. Tirmidzi Dari Abu Hurairah berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. ber-sabda, Bagaimana pendapat kalian, jika di depan rumah salah seorang dari kalian terdapat sebuah sungai yang mengalir dan dia mandi di dalam¬nya lima kali sehari, apakah akan tersisa kotoran di tubuhnya?’ Mereka menjawab, Tidak akan tersisa kotoran di tubuhnya sedikitpun.’ Rasulullah saw. bersabda, Begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah akan mengampuni dosa-dosa.” Hr. Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Nasai Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja maka dia kafir terang-terangan. HR. Ahmad Dari Hudzaifah dia berkata, “Apabila Rasulullah saw. mengalami kesulitan, maka beliau segera melaksakan shalat.” Hr. Ahmad dan Abu Dawud Shalat pada awal waktu adalah keridhoan Allah dan shalat pada akhir waktu adalah pengampunan Allah. HR. Tirmidzi “Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat’dan sesungguhnya hal yang demikian itu amat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu.” Barangsiapa lupa shalat atau ketiduran maka tebusannya ialah melakukannya pada saat dia ingat. HR. Ahmad “Dart Abu Hurairah “Dua orang dari kabilah Baliy satu kaum dari kabilah keturunan Qudaah telah memeluk Islam. Maka salah seorang darinya telah mati syahid, dan seorang lagi hidup selama satu tahun. Thalhah bin Ubaidillah berkata, “Saya melihat di dalam mimpi, bahwa orang yang meninggal setahun kemudian itu dimasukkan ke dalam surga lebih dahulu daripada si syahid. Saya merasa heran atas peristiwa itu. Maka pada pagi harinya saya menceritakannya kepada Nabi saw., atau hal itu diceritakan oleh orang lain yang mendengarnya dari saya kepada RasuluUah saw.. Beliau saw. bersabda, Bukankah dia telah berpuasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan setelah kematian temannya, dan mengerjakan shalat sebanyak rakaat, dan beberapa rakaat lagi dalam shalatnya selama satu tahun?’” Hr. Ahmad Nabi Saw ditanya tentang shalat, "Bagaimana shalat yang paling afdol?" Beliau menjawab, "Berdiri yang lama." HR. Muslim “Diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud dari Rasulullah saw., bahwa beliau bersabda, “Setiap tiba waktu shalat, seorang malaikat diutus untuk menyeru, Wahai anak Adam, bangun dan padamkanlah apt yang sedang kalian nyalakan untuk membakar dirt kalian.’ Maka orang-orangpun berdiri, lalu bersuci dan melaksanakan shalat Zhuhur, sehingga dosa-dosa antara Shubuh hingga Zhuhur diampuni. Apabila datang waktu Ashar, seperti itu juga, waktu Maghrib seperti itujuga, waktu Isya seperti itujuga, setelah itu mereka tidur. Maka ada yang bermalam dengan kebaikan dan ada juga yang bermalam dengan keburukan. Hr. Thabrani Maukah aku beritahu apa yang dapat menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat?" Para sahabat menjawab "Baik ya Rasulullah." Beliau berkata, "Berwudhu dengan baik, menghilangkan kotoran-kotoran, banyak langkah diayunkan menuju mesjid, dan menunggu shalat Isya sesudah shalat Maghrib. Itulah kewaspadaan kesiagaan." HR. Muslim Dari Abu Qatadah bin Rib’i Rasulullah saw. bersabda bahwa Allah Swt. berfirman, “Sesungguhya Aku telah mewajibkan shalat lima waktu kepada umatmu. Dan Aku telah berjanji pada diri-Ku, bahwa barangsiapa yang menjaga shalat pada waktunya, niscaya akan Aku masukkan ke dalam surga dengan jaminan-Ku. Dan barangsiapa yang tidak menjaga shalatnya, maka Aku tidak memberi jaminan baginya.” Hr. Abu Dawud dan Ibnu Majah Paling dekat seorang hamba kepada Robbnya ialah ketika ia bersujud maka perbanyaklah do'a saat bersujud HR. Muslim Dari Ibnu Salman berkata, “Seorang lelaki dart kalangan sahabat berkata kepada Rasulullah saw, Ketika kami menaklukkan kota Khaibar dalam suatu peperangan, orang-orang mulai mengeluarkan harta rampasan perang yang terdiri dari berbagai macam barang dan tawanan. Maka orang-orang pun mulai berjual beli dengan harta rampasan perangnya. Tiba-tiba datang seorang lelaki kepada Rasulullah saw. dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhya pada hari ini saya telah memperoleh keuntungan besar dan tidak ada seorang pun dari penduduk lembah ini yang dapat menyamai keuntungan saya.” Dengan terheran-heran Rasulullah saw. bertanya, “Berapa keuntungan yang engkau dapatkan?” Dia menja-wab, “Saya terus menerus berjual beli sehingga mendapatkan keuntungan 300Uqiyah.” Rasulullah saw. bersabda, “Maukah aku beritahukan kepadamu sebaik-baik orang yang mendapat keuntungan?” Dia bertanya, “Apakah itu, ya Rasulullah?” Beliau saw. menjawab, “Dua rakaat shalat sunnat setelah shalat fardhu.” Hr. Abu Dawud Paling afdol utama shalat seorang adalah di rumahnya kecuali shalat yang fardhu lima waktu. HR. Bukhari dan Muslim Perbanyaklah sujud kepada Allah, sesungguhnya bila sujud sekali Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapus satu dosamu. HR. Muslim Sebenarnya masih banyak sekali dalil dalil baik ayat Al-Qur'an maupun hadits Nabi mengenai kewajiban mendirikan sholat, namun sedikit kumpulan hadist tentang sholat diatas sudah mampu memotivasi kita umat islam akan wajib dan pentingnya mengerjakan shalat. wallahu a'lam.
asholatu imadudin tulisan arab