Kekayaan budaya masyarakat Sulawesi Selatan terlihat, salah satunya, pada rumah adat yang dibangun dengan penuh makna filosofis. Pada bangunan rumah adat khas Bugis yang merupakan warisan turun temurun, dibangun dengan konsep rumah panggung berbahan kayu dengan tinggi sekitar tiga meter.
Arsitektur tradisional Bugis adalah bangunan kayu bentuk rumah berpanggung, berkolong, dan berstruktur kerangka kayu. Masyarakat Bugis yang dikenal sebagai manusia bahari, gemar melaut, mengembara, berpetualang, sehingga etnik ini dapat dijumpai dimana-mana di seantero nusantara
Bangunan rumah kebanyakan menghadap kiblat dan tidak dibangun menggunakan paku, melainkan kayu atau besi. Stuktur bangunan rumah adat Bugis terdiri dari tiga bagian yang dipersonifikasi sebagai tubuh manusia, yaitu kaki, badan, dan kepala. Berikut ini adalah bagian rumah adat Bugis berdasarkan fungsi.
- Ukiran kayu yang terdapat pada dinding dan plafon membuat Rumah Adat Bugis Saoraja memiliki keindahan seni yang menakjubkan. - Rumah Adat Bugis Saoraja seringkali digunakan sebagai tempat acara adat dan upacara, sehingga menjadi salah satu warisan budaya yang masih terjaga sampai saat ini.
Rumah adat suku Bugis biasanya terbuat dari kayu dengan konstruksi yang kuat dan tahan lama. Bentuk bangunan rumah adat ini memiliki gaya arsitektur khas yang sangat menarik dan bernilai seni tinggi. Salah satu keindahan dari rumah adat suku Bugis adalah ukiran-ukiran yang terdapat di dinding dan tiang-tiang rumah.
Bugis: Nama daerah - Nama negara lain - Nama botanis: Koordersiodendron pinnatum Merr: Famili: Anacardiaceae: Daerah penyebaran: Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua: Arsitektur pohon - Gambar kayu teras / Heartwood figure Warna kayu - Tekstur - Arah serat - Kesan raba - Berat jenis kering udara - Maksimum - Minimum - Rata
Nk9v72.
dinding rumah kayu bugis