Kabinet Republik Indonesia Serikat (RIS) terbentuk berkat hasil dari perundingan Konferensi Meja Bundar pada 23 Agustus 1949 - 2 November 1949. Kabinet ini dipimpin oleh Mohammad Hatta dan bertugas dari tanggal 20 Desember 1949 sampai 6 September 1950. Baca juga: Kabinet Pemerintahan Indonesia dari Masa ke Masa. Penetapan Kabinetini adalah Kabinet koalisi dengan Masyumi sebagai intinya, sedang partai Nasional Indonesia (PNI) menjadi partai oposisi. Salah satu program Kabinet Burhanuddin Harahap adalah "mengembalikan kewibawaan (gezag) moral pemerintah, dalam hal ini kepercayaan Angkatan Darat dan masyarakat terhadap pemerintah". Namununtuk penggunaan sistem pemerintahan presidensial saat ini sudah dilakukan beberapa perubahan serta modifikasi. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan negara dan rakyat Indonesia. Berikut akan kami sajikan beberapa pokok sistem pemerintahan presidensial di Indonesia beserta dengan modifikasi yang telah dilakukan. 1. Kabinetini dipimpin oleh Ir. H. Djuanda Kartawijaya bersama tiga wakilnya, Mr. Hardi, Idham Chalid, dan dr. Leimana. Tidak beda dengan lain, masa kabinet ini mulai 9 April 1957-10 Juli 1959. Berakhirnya kabinet djuanda adalah berakhirnya juga era demokrasi parlementar dan muncul demokrasi terpimpin yang digagas dan dipimpin oleh Soekarno sendiri. 13 Manakah poin berikut ini yang bukan termasuk ke dalam struktur teks editorial a. Daftar pustaka b. Isu penting / berita aktual c. Ulasan / opini d. Solusi / harapan / penegasan e. Judul. Jawaban : a Daftar pustaka. 14. Berikut urutan struktur teks editorial yang benar yaitu a. Tesis - Isi - Penegasan b. Isu - Argumen - Penutup KabinetAli Sastroamidjojo I, sering disebut juga sebagai Kabinet Ali Sastroamidjojo-Wongsonegoro atau Kabinet Ali Sastroamidjojo-Wongsonegoro-Zainul Arifin, adalah kabinet keempat setelah pembubaran negara Republik Indonesia Serikat yang diumumkan pada 30 Juli 1953 dan memerintah pada masa bakti 1 Agustus 1953 hingga 24 Juli 1955. L08T.

berikut ini bukan termasuk program kerja kabinet ampera adalah